You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo NAGARI KINARI
KINARI

KEC. BUKIT SUNDI, KAB. SOLOK, Provinsi SUMATERA BARAT

Video Profil Nagari Digital Kinari akan segera di Upload !

Sejarah Penamaan Nagari Kinari

Nagari Kinari 20 Februari 2025 Dibaca 293 Kali
Sejarah Penamaan Nagari Kinari

 Menurut Tambo Adat Minangkabau tahun 1956 yang disusun oleh Angku Achmad Dt. Batuah, dibantu oleh Angku A. Dt. Madjoindo terbitan Balai Pustaka Jakarta, Kinari termasuk salah satu Nagari dalam Kubuang Tigo Baleh. Asal mula dahulunya, Niniak kaum orang Kinari, turun dari tanah Periangan Padang Panjang, dari bukit pinggir Danau Singkarak menelusuri sampai Nagari Ripan. Dari sana terus menuju Selatan, tiba di Guguak Panjang (Kapalo Nagari Parambahan). Lokasi tersebut miring, berbukit. Mereka menuruni bukit, sampailah di pinggir sungai yang tumbuh pohon besar, disanalah mereka istirahat. Siang menjelang sore, setelah selesai merambah dan manaruko lahan untuk menetap, mereka sepakat memberi nama. Karena pohon besar tempat berteduh tadi adalah Pohon Kenari, sepakatlah Ninik kaum kami dahulu memberi nama Nagari ini Kinari.

       Versi lain yang berkembang, kaba ka kaba dari urang tuo dahulunya, nama Kinari berasal dari Kini HariDalam suatu rapat adat waktu itu, menjelang matahari terbenam, kata sepakat tentang nama Nagari belum diputuskan. Sebagian besar yang hadir mengusulkan nama Nagari harus ditetapkan kini hari juga. Apa yang bisa dikerjakan hari ini jangan ditunda sampai besok, maka serentak mereka bersuara, kalau begitu beri saja nama Kiniari yang dipendekkan menjadi KINARI. Generasi berikutnya tidak mempermasalahkan, karena menyadari apalah arti sebuah nama, yang penting adalah Tuah Nagari dengan segala isinya. Pemerintahan Nagari yang memimpin Nagari Kinari yang bisa didokumentasikan sejak zaman penjajahan sampai sekarang terlampir. Dari awal sejarah Nagari Kinari, bahwa Nagari Kinari luasnya mencakup Nagari Parambahan dan Dilam.
        Ditahun 1915 barulah terjadi pemekaran Nagari Kinari menjadi 3 buah Nagari, yakni Nagari Dilam, Nagari Parambahan, dan Nagari Kinari itu sendiri. Pemekaran ini terjadi masa peralihan pemerintahan Angku Kapalo Marah Intan Dt. Gindo kepada Aminullah Dt. Putiah*)

Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBN 2025 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp 1.066.636.501,00 Rp 2.090.233.220,00
51.03%
Belanja
Rp 811.541.015,00 Rp 2.087.696.208,05
38.87%
Pembiayaan
Rp 9.290.212,53 Rp 9.290.212,53
100%

APBN 2025 Pendapatan

Hasil Aset Nagari
Rp 600.000,00 Rp 5.600.000,00
10.71%
Dana Desa
Rp 584.269.740,00 Rp 1.073.938.000,00
54.4%
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp 0,00 Rp 24.000.000,00
0%
Alokasi Dana Nagari
Rp 480.333.329,00 Rp 983.365.000,00
48.85%
Bunga Bank
Rp 1.433.432,00 Rp 3.330.220,00
43.04%

APBN 2025 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Nagari
Rp 382.805.220,00 Rp 915.513.947,97
41.81%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Nagari
Rp 294.237.370,00 Rp 742.442.503,27
39.63%
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Nagari
Rp 72.590.000,00 Rp 227.159.497,06
31.96%
Bidang Pemberdayaan Masyarakat Nagari
Rp 40.308.425,00 Rp 159.380.259,75
25.29%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Nagari
Rp 21.600.000,00 Rp 43.200.000,00
50%