- SUKU TANJUANG
|
No |
Suku |
Jinih |
Nama |
Gelar |
|
1. |
Tanjung |
Panghulu |
Abdel Bakri, St |
Datuak Rajo Intan |
|
Manti |
Rizal Irwanto |
Mantari Labiah |
||
|
Dubalang |
Rudi Hartono |
Dt. Rajo Mansua |
||
|
Malin |
Yudelfis |
Malin Sutan |
Foto-foto ini merepresentasikan keharmonisan kepemimpinan adat dan keagamaan di Nagari Tanjung, dengan latar Rumah Gadang sebagai simbol utama identitas Minangkabau. Foto pertama menampilkan Abdel Bakri bergelar Datuak Rajo Intan selaku Pangulu Tanjung, pemegang amanah adat yang bertanggung jawab menjaga nilai, martabat kaum, serta menjadi rujukan dalam musyawarah dan penyelesaian persoalan adat. Busana adat yang dikenakan mencerminkan kewibawaan dan peran strategis pangulu sebagai penopang keberlanjutan tradisi nagari.
Sementara itu, foto kedua menampilkan Yudelfis Malin Sutan sebagai Malin Tanjung, figur pemimpin keagamaan yang berperan menuntun kehidupan spiritual dan moral masyarakat. Kehadiran malin melengkapi peran pangulu, menegaskan filosofi Minangkabau “adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah”, di mana adat dan agama berjalan seiring dalam membangun tatanan sosial yang seimbang, berakar pada nilai lokal, dan relevan menghadapi perkembangan zaman.
Melengkapi struktur kepemimpinan tersebut, peran Manti diemban oleh Rizal Irwanto bergelar Mantari Labiah. Manti berfungsi sebagai penghubung antara pimpinan adat dan masyarakat, sekaligus membantu pangulu dalam pengelolaan urusan adat dan penyampaian keputusan hasil musyawarah. Keberadaan Mantari Labiah mencerminkan pentingnya keteraturan administrasi adat, komunikasi yang efektif, serta ketelitian dalam menjaga kelangsungan tata kelola nagari.
Adapun Dubalang yang dijabat oleh Rudi Hartono bergelar Dt. Rajo Mansua memiliki tanggung jawab menjaga ketertiban dan keamanan dalam lingkungan adat. Dubalang bertindak sebagai pelaksana keputusan adat di lapangan, memastikan setiap kegiatan berjalan tertib dan sesuai norma yang berlaku. Bersama Pangulu, Malin, dan Manti, Dubalang menjadi bagian integral dari sistem niniak mamak Suku Tanjung, membentuk kesatuan kepemimpinan yang saling melengkapi dalam merawat harmoni sosial, memperkuat identitas budaya, serta menjaga warisan Minangkabau agar tetap hidup di tengah dinamika masyarakat modern.