3. SUKU MALAYU
|
Malayu |
Panghulu |
Herland Fuji Chandra |
Datuak Rajo Nan Sati |
|
Manti |
Syafrizal |
Lelo Manjo |
|
|
Dubalang |
Usman |
Rajo Bukik |
|
|
Malin |
Yutrinaijon |
Malin Marajo |
Herland Fuji Chandra Dt. Rajo Nan Sati merupakan Panghulu Suku Melayu yang memegang amanah tertinggi dalam struktur kepemimpinan adat. Sebagai Panghulu, ia berperan memimpin musyawarah, menetapkan kebijakan adat, serta menjadi rujukan utama dalam penyelesaian berbagai persoalan kaum. Dengan kebijaksanaan dan kewibawaannya, Panghulu Suku Melayu turut menjaga martabat kaum serta memperkuat persatuan dan keharmonisan masyarakat.
Syafrizal Lelo Manjo menjabat sebagai Manti Suku Melayu, yang berperan membantu Panghulu dalam pengelolaan urusan adat serta penyampaian hasil musyawarah kepada anggota kaum. Manti menjadi penghubung antara pimpinan adat dan masyarakat, sekaligus memastikan setiap keputusan adat dapat dipahami dan dijalankan bersama. Perannya mencerminkan pentingnya komunikasi yang baik dan keteraturan dalam menjaga keberlangsungan tata kelola adat.
Usman Rajo Bukik mengemban amanah sebagai Dubalang Suku Melayu, yang bertugas menjaga keamanan, ketertiban, serta wibawa adat dalam setiap kegiatan kemasyarakatan. Sebagai pelaksana keputusan adat di lapangan, Dubalang dituntut memiliki ketegasan, loyalitas, dan tanggung jawab terhadap nilai-nilai adat. Kehadirannya menjadi simbol penjaga marwah adat sekaligus penopang stabilitas sosial di tengah masyarakat.
Sementara itu, Yutrinaijon Malin Marajo menjalankan peran sebagai Malin Suku Melayu, yang bertanggung jawab membina kehidupan keagamaan dan moral masyarakat. Malin berperan menanamkan nilai-nilai syarak dalam praktik adat sehari-hari serta memberikan tuntunan spiritual bagi kaum. Kehadirannya melengkapi peran Panghulu, Manti, dan Dubalang, menegaskan keselarasan adat dan agama dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.