You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo NAGARI KINARI
KINARI

KEC. BUKIT SUNDI, KAB. SOLOK, Provinsi SUMATERA BARAT

Video Profil Nagari Digital Kinari akan segera di Upload !

PROSESI ADAT MAMBADAK DI NAGARI KINARI

Nagari Kinari 13 Agustus 2026 Dibaca 20 Kali
PROSESI ADAT MAMBADAK DI NAGARI KINARI

Nagari Kinari adalah salah satu Nagari di Kecamatan Bukit Sundi, Kabupaten Solok, Provinis Sumatera Barat. Nagari ini memiliki luas sekitar 28,86 km² dan berjarak sekitar 2,5 km dari ibu kota kecamatan, 27 km dari ibu kota kabupaten, serta 62 km dari ibu kota provinsi. Secara geografis, Nagari Kinari berada pada kawasan yang dikenal memiliki lingkungan alam yang masih asri dan didominasi hamparan sawah, aliran sungai, serta panorama perbukitan. Situs resmi nagari juga menunjukkan bahwa Kinari memiliki identitas lokal yang kuat melalui tradisi, kegiatan pemerintahan nagari, dan pemberitaan pembangunan masyarakat. Dalam sumber pariwisata resmi, Kinari disebut sebagai desa wisata yang menawarkan agro wisata persawahan, aliran Sungai Batang Lembang, dan kekayaan rumah gadang serta kesenian masyarakat setempat serta kebudayaan yang masih kental.

Salah satu budaya yang masih dikenal di Nagari Kinari adalah upacara adat Mambadak. Berdasarkan hasil wawancara dengan ketua Bundo Kanduang Nagari Kinari, yaitu Bundo Linda Kumala Sari serta One Mani yang merupakan keluarga Hulu balang suku Melayu di Nagari Kinari, mambadak merupakan upacara memandikan anak bayi yang berumur kurang dari empat bulan. Fungsi membadak tersebut bagi masyarakat adalah sebagai wadah penyambung silaturahmi bagi masyarakt dalam bergotong royong, serta sebagai bentuk membagikan kabar gembira telah memiliki keturunan kepada masyarakat.

 Pelaksanaan upacara Mambadak ini dilakukan di Batang Aia atau aliran Sungai. Proses pelaksanaanya adalah sebagai berikut ini:

  1. proses manyingau

Manyingau merupakan proses pertama yang dilakukan dalam upacara Mambadak, keluarga bako akan datang ke rumah anak pisang dengan membawa aia sa cerek, marunggai atau daun kelor, dan nasi dengan samba. Aia sa cerek akan digunakan untuk memandikan bayi tersebut. Sebulan kemudian, keluarga anak pisang akan mengabarkan kepada keluarga bako untuk mengadakan acara Mambadak.

  1. Batanak nasi

Batanak nasi merupakan proses memasak nasi oleh induak bako. Induak bako datang ke rumah anak pisang kemudian menginap semalam. Keesokan paginya induak bako akan Batanak nasi atau memasak nasi pada pagi hari. Setelah batanak nasi pada pagi hari, induak bako akan pulang akan dengan membawa bekal talam besar berisi lauk-pauk lengkap yang diberikan oleh keluarga anak pisang.

  1. Mambadak

Setelah sebulan, dilakukan turun mandi atau Mambadak. Keluarga induak bako pergi bersama-sama membawa bareh menggunakan katidiang dan ditutup dengan kain batik. Jika perempuan dibawa bareh babiak (beras ketan) yang direndam dengan air semalaman agar lunak, jika anak laki-laki dibawa bareh randang, beras ketan yang di gongseng dan diberi garam, gula, dan kelapa. Bareh Babiak bermakna Perempuan walaupun badaruak harus tetap lemah lembut , sedangkan bareh randang, laki-laki harus badareh, tegas dan tidak lembek. Kemudian bareh tersebut diletakkan di atas carano untuk dibagikan kepada orang yang ikut Mambadak untuk dimakan bersama di batang aia tempat Mambadak dilakukan. Hal lain yang dibawa adalah, jika anak tersebut laki-laki maka dibawa ayam jantan oleh induak bako, jika bayi perempuan dibawa ayam betina. Maknanya Ayam betina adalah agar bayi tersebut berkembang atau memiliki keturunan. Ayam tersebutt dinamakan  ayam adok-adok (maknanya, setelah anak tersebut dewasa semoga memiliki karajo, di desa kinari bakarajo disebut 'baradok').

Setelah mandi anak bayi kemudian dibawa pulang kerumahnya. Carano tempat meletakkan bareh tadi kemudian disalin dan diganti dengan nasi dan rendang satu potong dicampur kentang dan dibungkus dengan daun enau yang disamek atau diganti dengan kertas nasi. Oleh karena itu harus membawa 2 carano, 1 tempat siriah dan 1 lagi tempat bareh randang. Bareh tersebut nanti akan disalin dan diganti dengan nasi dan rendang 1 potong dicampur kentang dan dibingkai daun enau yang disamek.

  1. Batagua

Batagua merupakan proses berbalas pantun atau memberikan pituah sebelum iring-iringan yang memandikan bayi ini naik dan masuk ke dalam rumah anak pisang. setelah masuk sang bayi di pakai kan pakaian, setelah itu baru induak bako bisa pulang.

  1. Manjapuik

Setelah beberapa hari, anak bayi itu kemudian dijapuik kembali oleh bako, dibawa kerumah bako. Sesampainya dirumah bako, bayi tersebut diberi makan, maka bayi itu dikatakan basumandan. Ketika induak bako mengembalikan bayi, diberi bareh sasukek dan kelapa 1 buah. Sesampainya dirumah anak bayi, dibuatkan bubur dengan campuran santan dan garam saja. Bubur tersebut kemudian dibagikan kepada tetangga, sekitar 22 rumah.

Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBN 2026 Pelaksanaan

APBN 2026 Pendapatan

APBN 2026 Pembelanjaan